Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB)

Bayu atau angin merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang terdapat di daerah dengan potensi hembusan angin yang besar. Pembangkit listrik energi bayu mengonversikan energi bayu menjadi listrik dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin sebagai generator. 

      Indonesia sudah mulai memanfaatkan angin dengan membangun pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di tahun 2018 silam.
      PLTB ini siap menghasilkan tenaga listrik dari 30 kincir angin atau wind turbin generator. Turbin berkapasitas 2.5 MW pada 30 kincir tersebut dapat menghasilkan listrik sebesar 75 Mega Watt (MW) dan diperkirakan akan mampu mengaliri listrik 70.000 pelanggan di wilayah Sulawesi Selatan dengan daya listrik rata-rata 900 volt Ampere.
      Konversi energi listrik pada PLTB ini memerlukan sebuah hembusan angin yang kontinyu guna memutar sebuah turbin angin. Turbin angin yang berputar ini akan di hubungkan dengan sebuah transmisi mekanik (opsional) untuk menghasilkan putaran yang lebih tinggi atau lebih rendah untuk kemudian memutar generator.
      Daya (power) yang ada pada sistem PLTB ini terdiri dari beberapa macam yang dapat digolongkan menjadi berikut ini:
1. Daya Angin (Pw)
2. Daya Turbin Angin (PA)
3. Daya Generator (PGen)

Daya Angin

Daya angin ) adalah besaran energi yang dapat di hasilkan oleh angin pada kecepatan tertentu  yang menabrak sebuah kincir angin dengan luas bidang tertentu. Rumus daya angin ini dapat di tuliskan dengan:

rumus 1

Dengan:

ρa : kerapatan angin pada waktu tertentu  (1,2 kg/)

v  : kecepatan angin pada waktu tertentu. (m/s)

A: luas daerah sapuan angin (m2)

Luas daerah sapuan angin dapat dicari dengan rumus sebagai berikut:

A = π.r2

Dengan:

A : luas daerah sapuan angin (m2)

r : Jari-jari lingkaran turbin/ pajang turbin (m)

Daya Turbin Angin

Daya turbin angin (PA) adalah besaran energi mekanik yang dapat dibangkitkan oleh rotor turbin angin akibat mandapatkan daya dari hembusan angin. Daya turbin angin tidak sama dengan daya angin dikarenakan daya turbin angin terpengaruh oleh koefisien daya. Rumus daya angin ini dapat di tuliskan dengan:

Untitled 1

Dengan:

Cp : Koefisien daya

Perancangan pembangkit listrik tenaga angin biasanya memiliki koefisien daya (CP) yang memiliki nilai dibawah kostanta betz law, dikarenakan adanya rugi-rugi seperti rugi tembaga, rugi besi, rugi bearing, dan lain-lain. Besarnya nilai Cini memiliki nilai antara 0 – 0,6 dan juga tergantung pada jenis turbin yang akan digunakan.

Daya Generator

Daya generator (Pgen) adalah besaran daya elektrik yang dapat dibangkitkan oleh generator akibat berputarnya rotor generator yang di kopel dengan poros turbin. Besar daya generator ini tergantung dari efisiensi generator dan efisiensi yang ada pada transmisi mekanik (apabila menggunakan transmisi mekanik). Sehingga rumus daya yang dapat dibangkitkan oleh generator dapat di tuliskan sebagai berikut:

Untitled 1

Dengan:

ηgearbox : Efisiensi gearbox / transmisi mekanik

ηgen       : Efisiensi generator

Daftar Pustaka:

  1. https://coaction.id/pembangkit-listrik-tenaga-bayu-harapan-baru-untuk-energi-terbarukan-indonesia/
  2. https://www.pembangkitlistrik.com/daya-pada-pembangkit-listrik-tenaga-bayu/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: